IG @upiurfiani


Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn't do than by the ones you did do.
So throw off the bowlines,
sail away from the safe harbour.
Catch the trade winds in your sails.
Explore. Dream. Discover.
- Mark Twain

Minggu, 18 September 2016

IN MEMORIAM OF GUMUK PASIR PARANGKUSUMO YOGYAKARTA 2008-2016




Gumuk Pasir Parangkusumo yang dulu sepi, tandus, dan gersang, kini hilang.

Sekarang, di kanan kiri jalan ramai mobil dan motor parkir, pengunjung menyebar hampir ke seluruh bagian – mereka bermain sand sliding, beberapa berenang diatas pasir, loncat-loncatan, berendam didalam pasir, dan sebagainya dan sebagainya.

Juga sudah tidak setandus dulu, karena dibeberapa bagian oleh Pemerintah ditanami pohon-pohon cemara. 
 Angin yang biasanya menghembus dan membuat kontur diatas pasir terjebak diantara cemara hingga semakin sedikit pasir yang bergsmuk.

Kami kesana dengan membawa kenangan yang lalu, terbelalak melihat perubahannya.
Sebagian besar keindahan gumuk pasir hilang. 
Gelombang2 pasir dengan gumuk2 seksi susah dicari sekarang, karna kebanyakan ada cap sepatu diatasnya…ha..ha. 
Tidak adalagi gundukan pasir sambung menyambung atau saling bertumpukan – gundukan pasir sudah menjadi semak tanaman.


Setelah matahari terbenam, warung2 dipinggir jalan berpedar lampu merah, dan dipintu berdiri wanita berbaju ala longdress merah…duh!


Bila tempat ini sekarang hidup karna pariwisata, betapa bersyukurnya,  penduduk mengenyam rejeki, tapi bukan harusnya dengan wisata remang-remang toh?

Berita baiknya adalah katanya: cemara2 yang rindang itu akan dicabut, agar gumuk pasir terbentuk lagi oleh angin, rupanya mereka mulai sadar bahwa GUMUK PASIR itu indah, dan kami kesana untuk Gumuk Pasir.


Sudahlah, 
kali ini lupakan Gumuk pasir yang dulu …, dia tinggal kenangan didalam harddisk.. kita kenang saja dengan membuka foto-foto lama kembali…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar