Kelom atau kelompen itu adalah alas kaki kayu yang dulu dipakai sebagai
sandal di jaman nenek-nenek kita .
Sewaktu saya kecil, sempet merasakan pakai kelompen atau
bakiak yang bertalikan karet ban yang
dirasa berat dan kaku di kaki. Gak ada cantik-cantiknya, karna memang
kelompen-kelompen itu waktu itu dibikin karna belum ada sandal2 karet seperti
sekarang dan berfungsi hanya buat alas kaki sehari-hari. Dia tahan hujan, tahan
panas biarpun tergeletak di luar rumah bertahun-tahun.
![]() |
| memasuki pabrik kelom Geulis |
Di tangan orang-orang Priangan bakiak-bakiak ini ini bermetamorfosa jadi kelom-kelom yang genit dan cantik
Kelom Geulis di Tasik berbahan baku kayu mahoni – di bentuk
dengan serutan tangan – permukaan digambar, di lukisi motif bunga, merak, dan
apa saja yang terlihat cantik.
![]() |
| menghaluskan kelom |
![]() |
| melukis kelom menggunakan airbrush |
Tapi sekarang kelihatannya sekarang mereka menoleh lagi ke kelom geulis, dan kalo
dipikir-pikir tentu saja harus menoleh lagi, kelom ini adalah Seni, indah dan
cantik, cocok sekali dipasangkan dengan batik dan tenun , bahkan konon Marc
Jacobs aja terinspirasi ornamen hak dari Kelom Geulis untuk mendadani desain hak-hak sepatu miliknya dengan warna dan
bentuk2 unik…seperti ini mungkin..;-)
![]() |
| Marc Jacobs |
![]() |
| kelom Geulis Garut |
DiTasikmalaya banyak produsen-produsen kelom geulis, umumnya
ada di Desa Gobras.
Beberapa produsen menerima warisan usaha dari keluarga mereka, beberapa justru memulai dari awal karna terinspirasi ikut menciptakan dan mempertahankan warisan ini.
Beberapa produsen menerima warisan usaha dari keluarga mereka, beberapa justru memulai dari awal karna terinspirasi ikut menciptakan dan mempertahankan warisan ini.
![]() |
| sol2 terbengkalai |
Saya sempat dibawa berkeliling pabrik kelom Geulis
Sheny di desa Goras di Tasikmalaya waktu
jalan-jalan dengan majalah Living Martha Steward.
![]() |
| ukuran kaki - dari besi |
Ada rasa bersalah karena ragu bahwa industri ini bisa berjaya , bila ini yang saya lihat!
Disini terlihat sekali bahwa pabrik ini
adalah Warisan – alat-alat tua masih teronggok disitu diselimuti sarang
laba-laba – mesin jahit tua, alat ukur tua, ukuran kaki besi yang juga sudah
tua . Hampir semua proses dilakukan secara manual. Banyak benda-benda
terbengkalai, sol, kelom-kelom kayu gagal produksi.
![]() |
Namun diluar itu semua, karya-karya kelom yang dihasilkan masih
cantik – seandainya ini dijalankannya dengan ke gairahan yang menggebu saya
yakin kelom-kelom ini akan berbinar.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar