IG @upiurfiani


Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn't do than by the ones you did do.
So throw off the bowlines,
sail away from the safe harbour.
Catch the trade winds in your sails.
Explore. Dream. Discover.
- Mark Twain

Kamis, 06 November 2014

Kelom Geulis Tasikmalaya - sandal kayu cantik

Kelom atau kelompen  itu adalah alas kaki kayu yang dulu dipakai sebagai sandal di jaman nenek-nenek kita .
Sewaktu saya kecil, sempet merasakan pakai kelompen atau bakiak  yang bertalikan karet ban yang dirasa berat dan kaku di kaki. Gak ada cantik-cantiknya, karna memang kelompen-kelompen itu waktu itu dibikin karna belum ada sandal2 karet seperti sekarang dan berfungsi hanya buat alas kaki sehari-hari. Dia tahan hujan, tahan panas biarpun tergeletak di luar rumah bertahun-tahun.

memasuki pabrik kelom Geulis







Di tangan orang-orang Priangan bakiak-bakiak ini  ini bermetamorfosa jadi kelom-kelom yang genit dan cantik  

Kelom Geulis di Tasik berbahan baku kayu mahoni – di bentuk dengan serutan tangan – permukaan digambar, di lukisi motif bunga, merak, dan apa saja yang terlihat cantik.

menghaluskan kelom
Di masanya  1960-1980an , kelom geulis identik dengan istilah “Mojang Geulis/ Gadis Cantik” – perempuan2 memakainya dengan rasa bangga dan yakin bahwa kelom ini membuat mereka keliatan lebih cantik lagi, mungkin rasanya seperti Cinderella dan sepatu kacanya.

melukis kelom menggunakan airbrush
Zaman berganti, dan kelom Geulis pamornya memudar, Gadis dan Ibu2 cantik lebih memilih sepatu-sepatu luar yang lebih ringan, lebih fashionable dalam ukuran barat, dan tentu aja yang lebih gengsi mereknya karna lebih mahal ribuan kali harganya.

Tapi sekarang kelihatannya sekarang mereka  menoleh lagi ke kelom geulis, dan kalo dipikir-pikir tentu saja harus menoleh lagi, kelom ini adalah Seni, indah dan cantik, cocok sekali dipasangkan dengan batik dan tenun , bahkan konon Marc Jacobs aja terinspirasi ornamen hak dari Kelom Geulis untuk mendadani desain  hak-hak sepatu miliknya dengan warna dan bentuk2 unik…seperti ini mungkin..;-)
Marc Jacobs

kelom Geulis Garut














DiTasikmalaya banyak produsen-produsen kelom geulis, umumnya ada  di Desa Gobras.
Beberapa produsen menerima warisan usaha  dari keluarga mereka, beberapa justru memulai dari awal karna terinspirasi ikut menciptakan dan mempertahankan warisan ini.

sol2 terbengkalai

Saya sempat dibawa berkeliling pabrik kelom Geulis Sheny  di desa Goras di Tasikmalaya waktu jalan-jalan dengan majalah Living Martha Steward.

ukuran kaki - dari besi
Ada rasa bersalah karena ragu bahwa industri ini bisa berjaya , bila ini yang saya lihat! 

Disini terlihat sekali bahwa pabrik ini adalah Warisan – alat-alat tua masih teronggok disitu diselimuti sarang laba-laba – mesin jahit tua, alat ukur tua, ukuran kaki besi yang juga sudah tua . Hampir semua proses dilakukan secara manual. Banyak benda-benda terbengkalai, sol, kelom-kelom kayu gagal produksi. 



Tempat ini menggambarkan management yang minim dan agak tertinggal.


Namun diluar itu semua, karya-karya kelom yang dihasilkan masih cantik – seandainya ini dijalankannya dengan ke gairahan yang menggebu saya yakin kelom-kelom ini  akan berbinar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar