IG @upiurfiani


Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn't do than by the ones you did do.
So throw off the bowlines,
sail away from the safe harbour.
Catch the trade winds in your sails.
Explore. Dream. Discover.
- Mark Twain

Selasa, 04 November 2014

Tasikmalaya dan Garut - citra seni kerajinan yang memikat hati.

Tasikmalaya: ngeliat si Ibu melukis diatas payung- sret..sret...sret...kuyel-kuyel dan....jadilah rangkaian bunga cantik
24-26 Oktober yang lalu saya bersama 21 orang yang baru saya kenal berwisata bareng ke Tasikmalaya dan Garut – judul perjalanannya:  Art and Culinary Tour, diadakan oleh Majalah Living Martha Steward.
Terbiasa dengan perjalanan sendirian atau hanya ber 2  atau ber empat,  saya termasuk yang sering menghindari perjalan berbanyakan, yang menurut saya  ribet dan terlalu ribut untuk menyatukan mau.
Tetapi 3 tahun yang lalu saya pun melakukan perjalanan yang juga diadakan oleh majalah wanita MORE ke Nepal – dan berakhir dengan sukses! teman-teman baru yang kurang lebih berperasaan sama mengenai perjalanan dan berkeinginan tinggi untuk berpetualang saya dapatkan di situ. Bahkan pertemananpun berjalan erat, akrab hingga sekarang, beberapa perjalanan kita jalani lagi bersama, pertemuan-pertemuan selalu diakhiri dengan pertanyaan “Mau kemana kita berikutnya?”

pamer payung lukisan sendiri
kelom geulis
Perjalanan “Art and Culinary tour” ini  di mulai jam 7 pagi dari Jakarta, melalui jalan berkelok dan menanjak akhirnya  jam 12.00 kita sudah berada di Rajapolah Tasikmalaya, sentra penjualan anyaman sebagai pembuka acara, selanjutnya kita terus berpindah dari satu tempat kerajinan , ke tempat kerajinan  yang lain – melihat dan melukis payung di desa Panyingkiran,
putar2 Tasikmalaya naik becak
ke workshop pembuatan  Kelom Geulis, ke rumah Bordir Haryati, ke Desa Panawuan untuk melihat proses pembuatan tenun garut, ke pabrik Dodol Picnic, melongok ke workshop Batik Garutan RM, dan mendengar cerita Inspiratif dari Kiki Gumelar pendiri Chocodot, dan di kebun mawar kita disambut ibu Dewi pendiri kebun mawar yang juga membawa kita mengitari kebunnya yang cantik dan bercakap-cakap secara pribadi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Tasikmalaya dan Garut memiliki citra seni kerajinan yang memikat hati,dan  beragam

Tenun Panawuan
Perjalanan ini lagi-lagi menjadi pembuktian bahwa perjalan yang beramai-ramai itu menyenangkan, bahwa keributan itu diperlukan, bahwa beda pandang dan selera itu memperkaya – jadi memang beberapa perjalanan memang di ciptakan untuk dijalankan beramai-ramai .


tertimbun bordir
Kita bisa duduk berame-rame ketika melihat demo lukis payung, dan bingung bebarengan sewaktu tiba waktunya untuk menggambar diatas payung dengan selera dan tangan kita , bergembira ria ketika berbelanja kain tenun, semua kain yang dibuka oleh kawan-kawan disini dan disitu jadi kelihatan indah semua, Kita menikmati barang-barang yang berartistik memukau.
Juga dengan berbondong2 amat memungkinkan kita dapat informasi yang lebih lengkap dari pihak yang kita satroni, pihak pabrik dan empunyapun mau bercakap dan bercerita kepada kami, dengan berbondong kita bisa diskusi, bertukar selera, dan saling menularkan inspirasi .


rujak di Racik Desa
Bukan hanya dari segi seni kerajinan. Majalah Living Martha Steward yang disetiap terbitannya  selalu menampilkan hal2 indah dalam hal kerajinan tangan dan tata meja, dan ruang juga membuat setiap setting meja di setiap pemberhentian makan kita menjadi menarik – pemberhentian makan yang pertama disajikan di Racik Desa Tasikmalaya.
Gehu- tahu isi disajikan cantik di samping bunga kambodja
Gehu = tahu isi
malam harinya  diadakan  makan malam  elegan di Rooftop Hotel Santika – setting meja ala barat dengan hidangan khas Tasikmalaya seperti nasi tutug oncom dan leh dari 7 macam lauknya hidangkan cantik, bergantian  ala  Martha Steward.
rooftop dinner


Bagi saya yang mengira kuliner Tasik dan Garut hanya tahu dan Dodol – itu salah besar, sewaktu makan malam di Rooftop Hotel Santika, saya berkenalan dengan Nasi Tutug Oncom, di sarapan pagi ada keong yang dimakan namanya TUTUT yang bikin merinding (keong kok dimakan ??? ih...kasian lagi!!), ada Lengko Ayam

lunch

Jalan-jalan khas perempuan ini penuh dengan belanja, dan di selenggarakan amat manis. Panitia seperti tidak lelah memberi kita hadiah-hadiah kejutan di atas tempat tidur, dibangku bis, oleh2 ala kadar dari tempat2 yang disinggahi, so sweet.

So ??? mau kemana kita ladies? Saya siap jalan berbondong-bondong lagi.
kebon mawar Garut





ps : 
Dan mari berdoa, semoga semua potensi Indonesia dalam bidang seni dan tradisi semakin membuka mata, bahwa kita hidup di negeri yang Indah dan Cantik, kaya raya dan indah karena keberagamannya bukan karena keseragamannya !

Acara cantik ini di selenggarakan oleh Rindra & Team 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar